Langsung ke konten utama

Postingan

|cerpen| (SEK MUMETZZ)

Karina Maharani, seorang gadis bertubuh mungil yang mengenakan hoodie putih gading, mengetuk meja dengan tidak tenang. Sesekali ia menengok secara bergantian pada dinding kaca dan arloji Alexandre Christie berwarna silver black yang melingkar manis di lengan kirinya. Jarum jam menunjukkan waktu pukul setengah dua belas siang. Ia mendengus kesal. Tak lama kemudian, sebuah Honda Civic perak metalik keluaran terbaru berhenti tepat di depan gerai Excelso tempat Karina menunggu. Gadis itu lantas bergegas mengambil tas dan menyampirkannya di bahu, tanpa menyentuh sedikitpun earl grey yang sedari tadi ia pesan. Pintu sebelah kiri mobil Dimas terbuka. Belum sampai kursi penumpang itu diduduki, Karina bersungut-sungut. "Lama banget, sih? Pasti kamu mabar dulu," tudingnya pada Dimas Pangestu, pemuda di balik kemudi. "Astaga! Enggak, Rin," sergah Dimas. Ia beralasan, "Kamu dadakan banget sih, ngajak nontonnya. Tadi macet, tau. Sekarang kan weekend ." Dimas menghidup...
Postingan terbaru

|cerpen| Rahasia Buku Dongeng (SEK MUMETZZ)

“Pada zaman dahulu di suatu suku bangsa, banyak rakyat yang mata pencahariannya sebagai kuli. Salah satunya yang sudah berumur, bernama Bowo. Nah, Pak Bowo ini lama-kelamaan nggak kuat karena terus-terusan berkeringat akibat cuaca yang begitu panas. Lalu dia mengadu ke Kepala Suk u. Pak Bowo berkata, ‘Maaf pak Kepala, tapi sepertinya karena ulah kakek buyut Bapak yang membuat percobaan pada suatu waktu, bumi ini menjadi semakin panas’ jelas Pak Bowo. . ” cerita seorang wanita. Wanita itu melanjutkan, “Kepala Suku yang tidak terima anaknya dituduh, langsung protes, ‘Hah?! Apa yang telah diperbuat kakek buyut saya? Dari mana kau tahu? Lalu apa akibatnya?’. Kemudian, Pak Bowo menjawab, ‘Tolong tenang dulu Pak. Saya tidak bermaksud menuduh. Saya membaca buku, Pak . . Coba perhatikan langit, Pak. Apa Bapak tidak sadar? Matahari ada 2, berwarna putih dan kuning, mereka bergantian bersinarnya. Bagaimana jika kita hancurkan saja salah satunya?’ usul Pak Bowo. Kepala Suku terlihat menimba...

Pandemi

source pict: from my lecturer. Tak peduli dengan pandangan orang lain. Tak peduli meski ditodongkan pengukur suhu. Pergi kemana pun selalu dicurigai. Dunia kini tidak aman. Orang-orang berlalu lalang, saling melempar tatapan dengan penuh waswas. — L

Ada yang Berbeda

source pict: from my lecturer. Tanaman itu berkelompok. Bertubuh kecil nan mungil, dan seluruh bagian tubuhnya didominasi oleh warna cokelat. Batangnya terlihat tipis namun berdiri kokoh menjulang tinggi. Dan di ujung batangnya, dihiasi daun yang mengatup. Namun, di sinilah aku. Berdiri tak jauh dari mereka. Aku sama seperti mereka, bukan? Tapi, mereka berkelompok sedangkan aku hanya sendiri. Apa yang membedakan aku dengan mereka? Kami sama-sama tanaman kecil berwarna cokelat. Batang kami sama-sama tipis yang dihiasi daun. Lalu, apa yang membuatku tak bisa berdiri kokoh bersama mereka? Mereka terlihat seperti saling memeluk satu sama lain. Terlihat saling menyokong dan menguatkan. Sementara di sini, tak ada yang bisa kupeluk!  Tuhan, sekarang aku mengerti. Ada yang berbeda dariku dengan mereka. Ada sesuatu yang menempel pada daunku. Ini terlihat seperti.. daunku yang terperangkap dalam sesuatu itu! Sesuatu ini tak berwarna dan beraroma, tapi aku tau, inilah tet...
Sore hari ini, tanggal tiga oktober 2019 pukul tiga lewat lima puluh menit, kita bertemu. Kamu, memakai kaus futsal kebanggaanmu, tetap tersenyum seolah-olah tidak merasa bersalah karena membuatku menunggu. Padahal, awalnya aku kesal setengah mati. Tapi, eh tetapi. Aku nggak bisa kesal lama-lama. Huh, curang. Apakah ini risiko cinta diam-diam? — L

|puisi|

kamu curang. perginya kamu enggak utuh. menyisakan kesan, sampai-sampai aku terjebak di dunia fantasiku. tapi ini bukan kisah pilu, pun bukanlah sedih sedu. karena sedari awal aku tahu ... "kita" ini palsu. — L 

|cerpen| Diary Tentangmu

Dear Diary [2013] Hello diary.. Namaku Kinar. Aku akan bercerita tentang my first love . Septian, aku mengenalnya kala waktu aku masih kelas 2 SMP. Ceritanya begini.. Pertama kali aku memasuki kelas 2 SMP , aku menyukai seseorang—sebut saja Hasan. Beberapa hari berlalu, tapi aku masih belum terlalu mengenal teman-teman baruku. Tapi yang jelas kuketahui saat itu, ternyata Hasan itu agak kayak cewek gitu.. akhirnya aku move on . Di hari berikutnya , aku menyukai Tora. Lama-kelamaan, Tora menyadari. Akhirnya dia mempunyai kekasih . Dan berujung aku move on lagi. Tapi pada suatu hari saat belum bisa move on dari Tora, ada temanku cewek bernama Deby yang ja h il. Deby menaruh tempat pensilku di atas ventilasi udara, aku tau, tapi aku diam saja [lagi m ales hehe ]. Nah, ada temanku cowok— namanya Septian, tapi saat itu aku tidak tahu namanya—yang janggal. Waktu itu lagi istirahat, aku di kelas ngerjain sesuatu di mejaku ber sama sahabatku. Lalu tiba-tiba tempat pensilku jatuh ...