Langsung ke konten utama
Sore hari ini, tanggal tiga oktober 2019 pukul tiga lewat lima puluh menit, kita bertemu. Kamu, memakai kaus futsal kebanggaanmu, tetap tersenyum seolah-olah tidak merasa bersalah karena membuatku menunggu. Padahal, awalnya aku kesal setengah mati. Tapi, eh tetapi. Aku nggak bisa kesal lama-lama. Huh, curang. Apakah ini risiko cinta diam-diam?


— L

Komentar

Postingan populer dari blog ini

|cerpen| Diary Tentangmu

Dear Diary [2013] Hello diary.. Namaku Kinar. Aku akan bercerita tentang my first love . Septian, aku mengenalnya kala waktu aku masih kelas 2 SMP. Ceritanya begini.. Pertama kali aku memasuki kelas 2 SMP , aku menyukai seseorang—sebut saja Hasan. Beberapa hari berlalu, tapi aku masih belum terlalu mengenal teman-teman baruku. Tapi yang jelas kuketahui saat itu, ternyata Hasan itu agak kayak cewek gitu.. akhirnya aku move on . Di hari berikutnya , aku menyukai Tora. Lama-kelamaan, Tora menyadari. Akhirnya dia mempunyai kekasih . Dan berujung aku move on lagi. Tapi pada suatu hari saat belum bisa move on dari Tora, ada temanku cewek bernama Deby yang ja h il. Deby menaruh tempat pensilku di atas ventilasi udara, aku tau, tapi aku diam saja [lagi m ales hehe ]. Nah, ada temanku cowok— namanya Septian, tapi saat itu aku tidak tahu namanya—yang janggal. Waktu itu lagi istirahat, aku di kelas ngerjain sesuatu di mejaku ber sama sahabatku. Lalu tiba-tiba tempat pensilku jatuh ...

|cerpen| Dua Matahari

             Pagi itu, sang mentari tampak malu-malu menampakkan dirinya. Jarak antara sekolah dan rumahku cukup dekat, jadi aku cukup berjalan kaki sembari bersiul kecil untuk sampai ke sekolah. Bukan apa-apa, aku hanya senang karena tahun ajaran baru telah dimulai. Apalagi ketika mengetahui bahwa sebagian besar teman-teman semasa SMP diterima juga di SMA favorit kawasan itu. Saat SMP, aku membuat persahabatan. Kami beranggotakan lima orang, yaitu aku, Tiwi, Mia, Santi, dan Wedy. Tetapi sayangnya, Santi dan Wedy memutuskan untuk melanjutkan sekolah di tempat lain.              Sesampainya di kelas, aku langsung bergabung bersama teman-teman baruku dan pelajaran pun dimulai. Hari demi hari berlalu. Minggu demi minggu berganti. Dan pada suatu hari, hari Jumat sepulang sekolah, aku mampir ke kantin bersama salah satu teman sekelasku bernama Manda dan salah satu teman SMP-ku yang bernama Fitri. Manda dan Fitri wajar ...

|cerpen| Kejutan yang Berlipat Ganda

       Hari ini adalah hari pembagian raport. Mama memintaku untuk menemaninya ke sekolahku.  Karena penasaran, aku intip raportku dan.. WHAT?! APA INI? Kenapa nilaiku banyak yang dapat C?? Ini sungguh tidak masuk akal! Apa jadinya orang tuaku kalau tahu hal ini? Hiks. *** “Plak!” satu serangan. Telapak tanganku mengusap pipiku yang terkena tamparan. “Cukup tamparan saja. Mama gak mood buat marah-marah. Percuma. Toh, sudah terjadi. Sebagai gantinya, Mama akan ngebatalin reservasi vilanya. Jadi kamu nggak perlu repot ngurus ini-itu. Bilangin ke temen-temenmu, liburan di rumah aja, belajar!” kata Mama dengan tegas. “Gak bisa gitu dong, Ma! Aku kan udah janji ke mereka..” “BATALIN, HELENA!” Tersentak. Tanpa sadar air mataku keluar. Secepatnya aku berlari dari ruang tamu. Aku masuk ke kamar. Pintu kukunci dengan rapat. Aku jatuhkan diriku di atas kasur, kutarik selimut sampai menutupi kepalaku. Lalu aku menangis di dalamnya. *** Uh, ja...