Pagi itu, sang mentari tampak malu-malu menampakkan dirinya. Jarak antara sekolah dan rumahku cukup dekat, jadi aku cukup berjalan kaki sembari bersiul kecil untuk sampai ke sekolah. Bukan apa-apa, aku hanya senang karena tahun ajaran baru telah dimulai. Apalagi ketika mengetahui bahwa sebagian besar teman-teman semasa SMP diterima juga di SMA favorit kawasan itu. Saat SMP, aku membuat persahabatan. Kami beranggotakan lima orang, yaitu aku, Tiwi, Mia, Santi, dan Wedy. Tetapi sayangnya, Santi dan Wedy memutuskan untuk melanjutkan sekolah di tempat lain. Sesampainya di kelas, aku langsung bergabung bersama teman-teman baruku dan pelajaran pun dimulai. Hari demi hari berlalu. Minggu demi minggu berganti. Dan pada suatu hari, hari Jumat sepulang sekolah, aku mampir ke kantin bersama salah satu teman sekelasku bernama Manda dan salah satu teman SMP-ku yang bernama Fitri. Manda dan Fitri wajar ...
Komentar
Posting Komentar