Karina Maharani, seorang gadis bertubuh mungil yang mengenakan hoodie putih gading, mengetuk meja dengan tidak tenang. Sesekali ia menengok secara bergantian pada dinding kaca dan arloji Alexandre Christie berwarna silver black yang melingkar manis di lengan kirinya. Jarum jam menunjukkan waktu pukul setengah dua belas siang. Ia mendengus kesal. Tak lama kemudian, sebuah Honda Civic perak metalik keluaran terbaru berhenti tepat di depan gerai Excelso tempat Karina menunggu. Gadis itu lantas bergegas mengambil tas dan menyampirkannya di bahu, tanpa menyentuh sedikitpun earl grey yang sedari tadi ia pesan. Pintu sebelah kiri mobil Dimas terbuka. Belum sampai kursi penumpang itu diduduki, Karina bersungut-sungut. "Lama banget, sih? Pasti kamu mabar dulu," tudingnya pada Dimas Pangestu, pemuda di balik kemudi. "Astaga! Enggak, Rin," sergah Dimas. Ia beralasan, "Kamu dadakan banget sih, ngajak nontonnya. Tadi macet, tau. Sekarang kan weekend ." Dimas menghidup...